RUMAH KE-2 ku bersama adek-adek PGSD


RUMAH KE-2 ku bersama adek-adek PGSD

Aku ingin tertawa melihat tingkah anak-anak ini ---dan itu sudah kulakukan. Anak SD yang sudah tamat SMP– nyambung SMA- tapi masih haus akan ilmu hingga sampailah mereka di Perkuliahan ini dengan jurusan PGSD  dan  kami pun bertemu di kos semut-semut ini. Bulan itu adalah bulan Agustus yang seru disertai semerautnya perbincangan tentang segala kebutuhan anak kos. Namanya juga anak rantauan yang masih rancu akan hal-hal baru apalagi berbau perbedaan. Mau yang tampak dan yang tidak tampak.

Ya, kita memang berbeda tapi tetap satu atap. perbedaan kebiasaan yang kalian jalani selama 18 tahun ini, tidak dengan begitu mudahnya bisa kalian hilangkan, ya tidak perlu juga dihilangkan, hanya perlu beradaptasi dengan lingkungan baru yang sekarang ini. Beradaptasi dengan bahasa minang disini, dengan cuaca yang serba dingin, dengan orang-orang baru yang dikenal, teman kuliah, bahkan teman sekamar alias roomate yang paling dekat dan tau apa yang kita lakukan sehari-hari. Itu memang tidak mudah. Harus menyesuaikan tidur jam berapa, lampunya dimatikan atau tidak, parfum kamar ingin aroma apa, lauk hari ini apa, kemudian mengatur jadwal piket, mengatur segala kebutuhan hingga bisa sehemat mungkin dan bisa membeli semua kebutuhan, apa sudah tercapai? Ya bisa dijawab sendiri lah.

Kita tidak bisa hidup sendiri tanpa teman, selain individualis kita juga sosialis, harus ada yang mengingatkan juga, sekalipun kita pengingat, kita rajin, kita pintar, tapi kalau sendiri-sendiri untuk apa?? Bersama  lebih baik. Bicarakan apapun yang membuat kalian menjadi ragu, jika tidak langsung, maka tuliskan.

_Satu yang perlu kalian ingat, Keluarga adalah Anugerah terindah yang diberikan tuhan, maka jagalah itu_

Comments

Popular posts from this blog

pengalaman berhenti jadi Fangirl KPOP hidup jadi lebih produktif

Toxic Positivity