Toxic Positivity

Toxic Positivity - Jangan Mengira Menjadi kawan yang baik karena mengatakan, " Be Positive.  Jangan Menyerah!.



Kesehatan Mental itu adalah suatu hal yang penting banget karena setiap tahunnya ada 1 dari 4 orang yang mengalami gangguan kesehatan mental. kalau kata WHO  suicide is second leading call's of death among 15 to 29 other all globaly.
nah kalau kita ngomongin ke indonesia sayangnya isu kesehatan mental ini masih dianggap sepele. kalau ada seseorang yang depresi dibilangnya dia itu lemah atau dia kurang iman dia kurang dekat sama tuhannya bahkan ada juga yang disuruh ruqyah. 
lalu kalau kita dengar soal berita orang bunuh diri, wah abis itu deh orangnya, contohnya udah banyak. artis korea yang bunuh diri, kita ingat saja, Jong hyun Shinee, Sulli ,dan masih banyak lagi ya. gak sedikit berita yang mengabarkan mereka adalah orang memendam yang masalah, orang yang memiliki gangguan kesehatan mental, serta mereka kurang iman. meskipun kita tahu 90 % orang korea ateis yah.

Padahal sebenarnya dengan mereka bunuh diri kita sudah mendapat petunjuk betapa berat masalah yang di pikul waktu dia masih hidup dulu. harusnya kita bisa lebih berempati. " bukannya malah mencari solusi" masyarakat kita malah terbelenggu sama yang namanya " Toxict Positivity" 

Pasti kalian pernah ngalamin ini sih, waktu kalian cerita sama teman kalian. nah teman kalian ini merespon curhatan kalian dengan " Sabar ya, Positive thinking aja, husnuzon aja, ada loh yang lebih parah keadaan nya dari kamu, ah baru segitu udah baper aja, aku dulu gini, gitu bla bla bla".
atau mungkin kalian sering juga berada di posisi teman kalian ini, kalian nyuruh teman kalian mengubur dalam dalam kesedihannya atau pun emosi dan perasaan negatif yang sedang dihadapinya
"Positive Vibe Only".

aku dulu pernah mengalami hal yang sama dengan kasus yang seperti ini aku juga bahkan bilang ke temen aku yang sedang curhat, "yaudah kamu sabar aja, banyak berdoa, tetap positive, yang semangat yak" dan ketika aku sharing ke temen aku dan hal yang denger pun juga sama, semangat ya,lebih berusaha lagi, sampai akhirnya aku sadar aku juga terbelenggu dalam "Toxict Positivity ini"

harusnya " ketika ada teman yang share dan curhat tentang masalah dia" aku bisa menjadi pendengar yang baik dan memvalidasi emosinya agar tersalurkan pada saat itu. perasaan perasaan negatif yang kita alami itu gak selamanya buruk, malah dengan kita jujur pada diri kita sendiriatas apa yang kita rasain, ntah itu marah, sedih, kecewa apa pun namanya. hal itu malah ngebikin kita tahu gimana caranya ngerespon keadaan kita saat itu. kita juga lebih tau bantun seperti apa sih yang kita butuhin untuk ngejaga kesehatan mental kita.


 picture by The psychology group

Denial terhadap emosi kita sendiri itu ternyata ga sehat, pura pura happy terus, pura pura positive trus, itu tuh malah bikin kita menjadi tertekan dan yang paling penting masalah kita ga jadi kelar malah bertambah. karena kalau emosi yang sedikit sedikit dipendam malah suatu saat akan meledak. and pain your emotion !


mulai sekarang ketika kita kalian merasa sedih, kesal, kecewa sama seseorang ya gapapa, itu normal, dan tidak membuat kita menjadi orang yang negatif. dan yang paling penting ketika temen kalian sedang curhat stop to say , be positive, always. berusaha buat memahami teman kalian. okey ! 

Comments

Popular posts from this blog

RUMAH KE-2 ku bersama adek-adek PGSD

pengalaman berhenti jadi Fangirl KPOP hidup jadi lebih produktif